• Merek-Merek Router

    0


    MEREK MEREK ROUTER
    Ada Banyak Jenis Jenis Router

    Router Memiliki Kode Tersendiri Seperti “Router 941”

    Angka 9 Itu Sendiri Memiliki Arti Untuk Serinya

    Angka 4 Itu Sendiri Memiliki Arti Jumlah Portnya

    Angka 1 Itu Sendiri Memiliki Arti Jumlah Port PCI WIRELESSNYA

    Berikut Beberapa Merek Router

    Macam-macam merk Accesspoint
    3Com
    IP :192.168.1.1

    User name :kosong

    Pasword :admin


    Air link
    IP :192.168.1.1

    User name :admin

    Password :admin


    Zyxel prestige 652 HW-31 ADSL router
    IP : 192.16.1.1

    User name :admin

    Password:1234


     Wanadoo livebox
    IP : 192.168.1.1

    default password: admin


    Compaq CP-2W
    IP : 192.168.1.1

    IP range : 192.168.1.11 -254

    username : admin

    password : (kosong)


    Belkin router
    IP : 192.168.2.1

    user : admin

    password : ( kosong )


    Linksys
    IP : 192.168.1.1

    User name : (kosong)

    password : admin,

    atau

    user name : admin

    Password : password

    atau

    user  name : administrator

    password : (kosong)


    Smc(jepang)
    IP : 192.168.2.1

    password : kosong


    D-link(china)
    IP : 192.168.0.1

    user : admin

    password : (kosong)


    Tp-link(korea selatan)
    IP : 192.168.1.1

    user : admin

    password : admin

     
     blue-link BL-R30G
     ip:192.168.2.254

    Username : admin
    Password : admin

  • Observasi Jaringan

    0
    Observasi dalam Jaringan Mikrotik dengan Channel yang Sama dan Berbeda

    Sedikit Penjelasan istilah-istilah dalam Mikrotik


    1. Kuat Sinyal (Signal Strength) 

    Kualitas sinyal menentukan handal tidak nya suatu WiFi. Semakin kuat sinyal maka semakin baik dan handal konektivitas nya. Sinyal pada WiFi ditunjukan dengan besaran dBm yaitu satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 Watt.

    Rentang kuat sinyal pada WiFi yaitu antara -10 dBm sampai kurang lebih -99 dBm dimana semakin nilai nya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyal nya.

    TX/RX signal strenght adalah kekuatan signal yang di transmit / di terima oleh si radio….. angkanya semakin besar atau minusnya makin dekat ke 0 semakin kuat signalnya.
    2. Signal to Noise Ratio (SNR)
    Sebuah sambungan nirkabel yang menggunakan frekuensi tertentu akan menerima apa pun yang ditransmisikan, ditambah lagi kebisingan (gangguan) di sekitar perangkat. Jika kekuatan transmisi secara signifikan lebih kuat dari kebisingan, maka perangkat dapat efektif mengabaikan kebisingan. Jika sinyal yang diterima sebanding dengan kebisingan lingkungan sekitar, maka perangkat nirkabel tidak akan mampu membedakan sinyal dari perangkat lawan dengan kebisingan. Hal ini akan menyebabkan komunikasi nirkabel dan data tidak berjalan dengan baik.
    Signal to Noise Ratio (SNR) adalah rasio perbandingan antara sinyal yang diterima dengan gangguan (derau) sekitar dengan satuan desibel (dB).
    Serangkaian tes dilakukan untuk menentukan dampak dari nilai SNR pada performa nirkabel dan juga berpengaruh pada kestabilan sambungan (link) terhadap beban sambungan. 

    3. Noisefloor
    Noisefloor adalah noise / besarnya gangguan freq… value makin dekat ke -100 makin bagus makin dekat ke 0 makin besar.
    dengan CH yang sama bisa dilihat ada perbedaan dan persamaan yang ada pada SSID berikut,yaitu;

    Signal Strength yang tidak berbeda jauh (-62 : -60)

    Noise Floor yang sama (-99 : -99)

    Signal to Noise yang tidak berbeda jauh (37 : 39)

    dengan CH yang Berbeda bisa dilihat ada perbedaan dan persamaan yang ada pada SSID berikut,yaitu;

    Signal Strength yang tidak berbeda jauh (-50 : -53)

    Noise Floor yang sama (-110 : -110)

    Signal to Noise yang tidak berbeda jauh (60 : 57)


    Sekian Penjelasan dan Observasi dari Saya~

     
  • Tugas RBJ Topologi Jaringan dengan menggunakan Router Mikrotik

    0
     Tugas RBJ XI-TKJ 4 Mohammad Fikri Abdillah

    Ini adalah tutorial cara membuat Topologi Jaringan dengan menggunakan Router Mikrotik yang terdiri dari jaringan kabel dan jaringan nirkabel. Langsung saja step by step ;












    Sekain cara membuat topologi jaringan dengan menggunakan Router Mikrotik, Terima Kasih !
  • 0
    Tutorial Membuat Hotspot dengan Router Menggunakkan Winbox

    1. Pertama connect kan router ke feature winbox



    2. Kilk ke INTERFACE lalu akftifkan WLAN1





    3.buka feature WIRELESS lalu buka tab security profile, buat security profile dengan meng click tanda tambah pada security profile, lalu masukan SSID dan PASSWORD yang sesuai dengan password wifi yang di tuju, tekan apply dan ok





    4. lalu buka tab INTERFACE, click 2x pada WLAN1, security profile diganti dengan SSID yang kita buat tadi, lalu click SCAN pada wifi yang di tuju tadi, apply dan ok


      
    5. Jika sudah ada huruf R di dpn wlan1 maka sudah connect ke jaringan yang kita tuju.





    6.lalu masuk ke IP ADDRES, buat IP di ETHERNET yang terpasang pada laptop, lalu click apply dan ok.





    7.lalu buat IP DHCP CLIENT di WLAN1, apply dan ok



    8. Selanjutnya buat IP DHCP SERVER, click DHCP SETUP (interface Ether1), click next sampai selesai.



    9. Buka IP FIREWALL,masuk ke tab NAT, lalu click +, OUTINT di kasih WLAN1, Action di beri MASQUARADE, apply dan ok





      10. Masuk ke IP DNS , dan ubah DNS server menjadi 8.8.8.8 (IP www.google.com).



    11. Masuk ke IP ROUTES, klik tanda + , lalu klik lagi dibaris gateaway. Apply Ok.



    12. Masuk ke IP HOTSPOT, Klik Hotspot Setup. Pilih interface yang ingin di buat hotspotnya lalu next sampai ke hotspot user, lalu masukan user name dan password yang akan di gunakan.




    13. Hasilnya, jika kita menggunakan ethernet1 maka kita harus login dulu jika ingin mengunakan jaringan internet.



    14. Sekian terimakasih. Silahkan anda mencobanya sendiri
  • TUGAS RBJ TGL 5 Agustus 2016

    0
    Tugas RBJ

    1.) apa yang di maksud dengan ip address ?, mengapa perlu memberikan ip address pada sebuah perangkat dalam jaringan ?
    2.) apa fungsi dari DNS ?
    3.) apa fungsi dari NAT ?
    4.) sebutkan nama jenis dari protocol routing ?jelaskan masing masing ?
    5.) buatkan 5 soal perhitungan subnetting dan jabarkan cara perhitungannya ?

    Jawab :

    1.)Ip Address merupakan singkatan dari "internet protocol address" yang merupakan sederetan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128  bit yang di manfaatkan sebagai alamat untuk mengindentifikasi tiap komputer host dalam jaringan lokal dan internet. Ip Address diperlukan dalam jaringan untuk dapat saling mengirim dan menerima paket atau informasi data dengan mudah, dan sebagai alamat lokasi jaringan.

    2.) Fungsi dari DNS atau domain name system berfungsi untuk menterjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari domain ke alamat IP.

    3.)NAT (Network Address Translation) berfungsi sebagai translasi alamat IP public ke alamat IP private atau sebaliknya sehingga dengan adanya NAT ini setiap komputer pada jaringan LAN dapat mengakses internet dengan mudah.

    4.)Jenis-jenis routing protocol :
    a.)RIP (Routing Information Protocol) adalah jenis protocol kuat di gunakan dalam jaringan area lokal dan jaringan area luas
    b.)IGRP (Interior Gateway Routing Protocol) adalah distance ve IGRP (Interior Gateway Protocol) oleh cisco. Interior Gateway routing protocol dibuat dalam bagian untuk mengalahkan batas-batas RIP (Routing Information Protocol) dalam jaringan besar.
    c.)Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing yang aktif yang digunakan dalam protokol internet
    d.)Protokol routing yang mutlak bagi internet eksterior gerbang protokol yang ditetapkan tahun 1982 oleh Eric C. EGP (Exterior Gateway Protocol) pada awalnya dinyatakan dalam RFC827 dan benar ditetapkan dalam RFC 904 di 1984
    e.)Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) berdasarkan IGRP asli mereka saat itu adalah milik Cisco routing protokol. Ini adalah jarak-vector routing protokol di muka dalam optimasi untuk mengurangi baik kegoyangan routing yang terjadi setelah perubahan topologi, ditambah dengan penggunaan bandwidth dan daya proses di router yang mendukung ditingkatkan interior gateway routing protokol secara otomatis akan mengalokasikan kembali informasi rute untuk IGRP ( Peningkatan Interior Gateway Routing Protocol) oleh tetangga bertukar 32 bit EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) metrik ke 24 bit IGRP metrik.
    f.)Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing inti internet dan bertanggung jawab untuk menjaga meja jaringan protokol Internet yang mengotorisasi kemampuan jaringan mencapai antar AS.
    g.)Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS) adalah protokol yang besar digunakan oleh perangkat jaringan untuk menentukan cara terbaik untuk datagram dipromosikan dari sisi ke sisi paket switched jaringan dan proses ini disebut routing.

    5.)1.) Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NET ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
    Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
    Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
    Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
    Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
    Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255

    2.) Network address 172.16.0.0/18.
    Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
    Penghitungan:
    Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
    Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
    Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
    Alamat host dan broadcast yang valid?
    Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
    Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
    Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
    Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255



    3.)Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

    Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

    Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

    Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet

    Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host

    Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

    Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.

    Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192

    Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193

    Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254

    Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255


    4.) Untuk network address 10.0.0.0/16.
    Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
    Penghitungan:
    Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
    Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
    Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
    Alamat host dan broadcast yang valid?
    Subnet
    0.0.0
    1.0.0
      …
    254.0.0
    255.0.0

    Host Pertama
    0.0.1
    1.0.1
      …
    254.0.1
    255.0.1

    Host Terakhir
    0.255.255
    1.255.254
      …
    254.255.254
    255.255.254

    Broadcast
    0.255.255
    1.255.255
      …
    254.255.255
    255.255.255
  • Copyright © - Mohammad Fikri Abdillah

    Mohammad Fikri Abdillah - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan